Refleksi Aktifitas Sosial
beraktifitas, bekerja, itu adalah beberapa kebutuhan dasar manusia, disamping menjadi sarana aktualusasi diri, disana juga terdapat hubungan sosial dengan orang lain serta mendapat penghasilan *materi*. setiap orang mengejar pekerjaan yang ideal menurut keinginan dan impiannya.
saat masih anak-anak banyak cita-cita yang diinginkan dan itu diharapkan menjadi tujuan hidup saat menjadi dewasa, saat ditanyakan kepada anak-anak sangat mudah meluncur cita-cita yang diinginkan diantaranya adalah dokter, insinyur, guru, bahkan presiden serta profesi publik yang terkenal dan berdekatan dengan dunia anak-anak. disamping itu, keinginan anak-anak juga dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, dan yang paling kuat adalah orangtua mereka sendiri.
tapi realitas yang ada, masih banyak anak-anak yang tidak memiliki cita-cita,bahkan jangankan memiliki cita-cita banyak diantara anak-anak kaum mariginal / miskin kota, mereka bahkan tidak dapat menikmati masa kanak-kanak, mereka disibukan dengan kemiskinan, dan keseharian mereka adalah bagaiaman mereka dapat uang, dapat uang dan dapat uang, sangat minim pemikiran untuk memiliki pendidikan dan meraih cita-cita.
jalanan sudah menjadi rumah kedua mereka bahkan rumah utama mereka, disana mereka makan, disana mereka tidur, disana mereka bermain, disana mereka bersosialisasi. red:disana=dijalanan.
bersambunggggggggg………….
27 Juni: Dengan Sang Grand ’95
27 juni 2010, merupakan hari yang akan dikenang*buat saya sendiri* karena hari ini pertama kali setelah Agustus tahun 2004 memutuskan untuk tinggal di bandung dan sekitarnya dan hari ini 27 Juni 2010, memutuskan untuk sementara meninggalkan bandung, untuk berpindah tempat lagi, tentang perasaan nggak usah ditanya lagi, campur aduk
tapi oke tulisan ini tidak mengangkat kisah-kisah selama tingal di bandung dan menceritakan perasaan setelah tahu akan sangat jarang berada di Bandung, tetapi mengankat kisah sang grand selama perjalanan hari ini.
dimulai dari pagi hari
06.30 = mengeluarkan sang grand dari dalam rumah
09.00 = memanaskan mesin supaya siap untuk jalan jauh dan memeriksa ban
10.10 = setelah pamitan berangkat untuk menempuh 100 KM lebih
10.30 = rem depan putus dan tidak bisa berfungsi
11.00 = ban bocor dan harus mendorong sampai tempat tambal ban *Alhamdulillah ga terlalu jauh tempatna
12.30 = plat nomer hampir copot di jalan
14.00 = sampai cirebon dan ngeliat karnaval
15.00 = barang bawaan jatuh
15.15 = ngejemput adik yang ikut karnaval
15.30 = sang grand istirahat sejenak
16.00 = pulang ke rumah
16.30 = ta’ziyah
17.00 = ruamah kakek
17.40 = pulang ke rumah
19.30 = warnet
20.30 = pulang ke rumah, dan istirahat
*sekian rincian aktifitas sang grand, nanti deskripsinya di waktu selanjutnya
Mutiara Tafakur ( I Believe I Can Fly )
Semestinya aku semakin tegar..
Dengan susahnya hidup yang di kadokan padaku
Dengan lapar yang menyusutkan hampi seluruh semangatku
Dan miskin menyuguhkan dua pilihan untukku
Bertahan atau Berjuang…???
Semestinya akupun harus rela dan ikhlas
Melepas ketidak setujuanku pada catatan takdir
Catatan yang ditulis oleh tangan Tuhan
yang disimpan dalam kitab-kitab Malaikat
Dan sepertinya aku harus benar-benar membuka mata
Kalau ini bukan mimpi tapi realita hidup
Aku harus berani melewati sesukar apapun hidup yang kupunya
Sesulit apapun impian yang ingin aku raih
Burung pipit pun tahu kalau dia harus tetap bisa hidup
Sekalipun harus mematuki sisa padi di lumbung sang petani
Mau tak mau, hidup ini ada untuk dihidupkan
Karena aku hidup bernafas, maka kan kuhidupkan nafasku
Dan sadar ataupun tidak, aku bukanlah bocah yang dilahirkan berbalus sutra
Tak boleh aku iri dengan mereka yang mempunyai segala
Seenak sesuka hati mendaptakan Apa yang diinginkan
Hanya bermodalkan beberapa kata:
“Ayah aku ingin ini”…”Ibu aku ingin itu”
sudah saatnya aku berani berdiri tegak pada kehidupanku
dan bukan saatnya lagi aku merengek pada susahnya kehidupanku
Sudah saatnya aku pilih jalan “BERJUANG” bukan “BERTAHAN”
Karena ini artinya adalah “HIDUP”
tulisan ini saya dapat dari buletin tafakur..
Geliat Bocah..
Kulihat senyum mengembang di wajahmu saat kau telah selesai menunaikan tugas, panas peluh yang mengucur di wajahmu seolah hilang tak berasa saat kau mendapatkan apresiasi positif. Kulihat dengan seksama, tekadang aku membayangkan betapa malangnya hidupmu tubuh sekecil itu harus menanggung hidup yang sebenarnya bukan tanggunganmu, tapi terkadang aku juga iri pada dirimu, kamu telah bisa melakukan hal yang besar dalam usia seperti mu!
Keihkalsan dan keceraiaan selalu tersembul dari wajahmu, walau terkadang aku melihat kekecewaan dan keleahan yang amat sangat saat kau tidak mendapatkan apa yang kamu harapkan, tapi sejurus kemudian kau memberikan keceriaan wajahmu kepada yang lain. Satu setengah jam perjalanan yang kulalui hampir selalu ada dirimu, dengan berbagai cara, gaya dan apapun itu kau mencoba mengapresiasikan diri kamu dengan segala potensi yang kamu miliki walau terkadang sangat-sangat pas-pas’an bahkan nggak banget. Tapi bukan itu yang kulihat, tapi kegigihan mu dalam menjalani hidup, kegigihan untuk bisa memberikan terbaik walau tidak jarang kulihat kamu tampak memendam masalah yang mungkin kamu sendiri nggak menyadarinya atau tidak pernah dirasa sama sekali.
Keberadaan mu terkadang membuat orang menjadi bahagia, iba, jengkel dan perasaan-peraan lain yang ku lihat itulah realita dirimu, kamu mungkin sadar dengan anggapan dan apresisi orang terhadapmu tapi kamu teguh dengan perjalananmu perjalanan untuk bertahan hidup, perjalanan untuk menghadapi kenyataan.
apakah bener sibuk ato hanya terlihat sibuk
pagi pergi dan pulang kadang mala, sebenarnya apa sih yang aku kerjakan??apakah memang harus pergi pagi pulang malam?apa ga bisa dimanage dengan lebih baik lagi agar waktu yang tersedia jadi lebih efektif??
memang saat ini aku sedang ada kegiatan diluar, dan aku bahagia dengan kegiatan ini walau ada juga sih perasaan cape, tapi secara umum aku mendapat banyak hal dari ini, tapi masalahnya saat ini aku susah untuk membagi/memanage waktu, mana yang yang harus dikerjakan dan mana yang harus dipriooritaskan.
tepi bener dengan statusku saat ini sebagai mahasisiwa tingkat akhir alangkah lebih baik kalau aku menyelelesaikan skripsi dulu, boleh ada kegiatan lain, tapi juga harus bisa membagi waktu antara skripsi dan kegiatan.
aku berharap semoaga secepatnya aku dapat menyelesaikan skripsiku dan mengejar mim