PageHil


Refleksi Aktifitas Sosial

Ditulis dalam Keseharian oleh hilmaamrullah pada Agustus 19, 2010
Tags: , ,

beraktifitas, bekerja, itu adalah beberapa kebutuhan dasar manusia, disamping menjadi sarana aktualusasi diri, disana juga terdapat hubungan sosial dengan orang lain serta mendapat penghasilan *materi*. setiap orang mengejar pekerjaan yang ideal menurut keinginan dan impiannya.

saat masih anak-anak banyak cita-cita yang diinginkan dan itu diharapkan menjadi tujuan hidup saat menjadi dewasa, saat ditanyakan kepada anak-anak sangat mudah meluncur cita-cita yang diinginkan diantaranya adalah dokter,  insinyur, guru, bahkan presiden serta profesi publik yang terkenal dan berdekatan dengan dunia anak-anak. disamping itu, keinginan anak-anak juga dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, dan yang paling kuat adalah orangtua mereka sendiri.

tapi realitas yang ada, masih banyak anak-anak yang tidak memiliki cita-cita,bahkan jangankan memiliki cita-cita banyak diantara anak-anak kaum mariginal / miskin kota, mereka bahkan tidak dapat menikmati masa kanak-kanak, mereka disibukan dengan kemiskinan, dan keseharian mereka adalah bagaiaman mereka dapat uang, dapat uang dan dapat uang, sangat minim pemikiran untuk memiliki pendidikan dan meraih cita-cita.

jalanan sudah menjadi rumah kedua mereka bahkan rumah utama mereka, disana mereka makan, disana mereka tidur, disana mereka bermain, disana mereka bersosialisasi. red:disana=dijalanan.

bersambunggggggggg………….

27 Juni: Dengan Sang Grand ’95

Ditulis dalam Keseharian oleh hilmaamrullah pada Juni 27, 2010

27 juni 2010, merupakan hari yang akan dikenang*buat saya sendiri* karena hari ini pertama kali setelah Agustus  tahun 2004 memutuskan untuk tinggal di bandung dan sekitarnya dan hari ini 27 Juni 2010, memutuskan untuk sementara meninggalkan bandung, untuk berpindah tempat lagi, tentang perasaan nggak usah ditanya lagi, campur aduk :D

tapi oke tulisan ini tidak mengangkat kisah-kisah selama tingal di bandung dan menceritakan perasaan setelah tahu akan sangat jarang berada di Bandung, tetapi mengankat kisah sang grand selama perjalanan hari ini.

dimulai dari pagi hari

06.30 = mengeluarkan sang grand dari dalam rumah

09.00 = memanaskan mesin supaya siap untuk jalan jauh dan memeriksa ban

10.10 = setelah pamitan berangkat untuk menempuh 100 KM lebih

10.30 = rem depan putus dan tidak bisa berfungsi

11.00 = ban bocor dan harus mendorong sampai tempat tambal ban *Alhamdulillah ga terlalu jauh tempatna

12.30 = plat nomer hampir copot di jalan

14.00 = sampai cirebon dan ngeliat karnaval

15.00 = barang bawaan jatuh

15.15 = ngejemput adik yang ikut karnaval

15.30 = sang grand istirahat sejenak

16.00 = pulang ke rumah

16.30 = ta’ziyah

17.00 = ruamah kakek

17.40 = pulang ke rumah

19.30 = warnet

20.30 = pulang ke rumah, dan istirahat

*sekian rincian aktifitas sang grand, nanti deskripsinya di waktu selanjutnya

CIAMIS

Ditulis dalam Tak Berkategori oleh hilmaamrullah pada April 3, 2010

banyak yang terjadi di ciamis dalam rangka penelitian dari UNDP, banyak pelajaran dari semua proses tersebut…………………………………………..#Bersambung

Hikmah Dari Setiap Peristiwa

Ditulis dalam Tak Berkategori oleh hilmaamrullah pada Februari 8, 2010
Tags: , , ,

hari ini senin 8 february 2010.
banyak hal yang terjadi di hari ini.
banyak pelajaran dan hikmah yang patut di ambil dari semua kejadian hari ini
hari senin dimuali jam 00.00
selama kurun waku 24 jam banyak hal yang bisa terjadi selama hidup
baik itu kejadian yang membahagiakan ataupun membuat hati ini terus mengucapkan istighfar
semua yang terjadi pada kita dimulai dari diri kita sendiri
kesalahan yang kita lakukan pun tidak terlepas dari kontrol diri kita
secara sadar kita dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk
namun ada kalanya kita dapat berfikir jerni dalam melakukan sesuatu tapi adakalanya kita juga terpeleset/salah
banyak kata untuk membenarkan apa yang kita lakukan, tapi hati tak bisa dibohongi, hati bisa bicara
tapi semua kejadian yang baik ataupun kurang baik semua ada hikmahnya
untuk itu kita harus bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa hidup
mengambil hikmah dan pelajaran hidup dapat membuat kita lebih waspada dan dapat menjadi pegangan untuk menghadapai masa depan.
untuk itu belajalah dari hidup, belajarlah untuk lebih maju dan menjadi lebih baik
dan belajarlah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari.
hidup bukan hanya didunia, tapi ingat ada kehidupan setelah didunia fana ini.
maka seimbangkanlah kehidupan dunia dan akhirat.
jangan kita mengejar kepuasana dunia tapi melupakan akhirat,
begitu juga sebaliknya kita terlalu sibuk mempersiapkan akhirat tapi kita meninggalkan dunia
maka “bekerjalah tuk duniamu seakan kau hidup selamanya
dan beribadatlah tuk akhiratmu seakan kau besok tiada”
jangan menyerah, jangan putus asa, mohonlah Ridlo dari Allah untuk meningkatkan
kualitas hidup kita, baik hidup didunia maupun di akhirat dengan penuh keIkhlasan,
dan hilangkanlah perasaan cemas, takut dan ketidakjelasan.
Allah selalu ada buat kita, tapi kita yang terkadang melupakanNYA.
Maafkan Hamba Ya Allah

Kuliah dan Hari Mulai Petang

Ditulis dalam Tak Berkategori oleh hilmaamrullah pada Agustus 20, 2009
Tags: , , , , ,

Diibaratkan awal masuk kuliah adalah pagi yang cerah, pagi yang penuh semangat dan kegembiraan. dan akhir kuliah adalah masa petang yang menjelang malam, yang sudah lelah beraktifitas dan saatnya merengkuh hasil kerja keras selama dari pagi sampai sore hari.

sudah lebih dari 4 tahun menjalani perkulihan dan melwati segala macam proses kehdupan, banyak suka dan duka, dan saat ini kondisi ini sudah saatnya merengkuh hasil itu yaitu segera menyelesaikan kuliah dan mendapatkan gelar dg keilmuan yang telah dipelajari selama ini.

proses akhir ini sangat tergantung pada diri kita sendiri, bagaiman kita memanage diri kita agar dapat menyelesaikan proses ini, dosen hanya menunggu bagaimana usaha kita. jika kita lengah, malas, dan ogah-ogahan niscaya proses ini akan berjalan dengan berat, tapi kalau kita berkomitemn keras dan mau terus berusaha menyelesaikan tugas ini maka akan lebih mudah untuk menyelesaikan ini.

keluarga, sahabat, teman sangat penting dalam proses ini karena mereka adalah motivator dan bahan bakar yang akan terus mendukung proses ini agar segera selesai.

dalam tulisan ini saya mau menyampaikan terimakasih kepada keluarga, sahabat dan temen2 yang tidak pernah lelah memberikan dukungan. maaf sampai saat ini saya belum bisa menyelesaikan tugas akhir ini, tapi saya akan berusaha lebih keras lagi agar tahun ini bisa lulus dan diwisuda. AMIN.

*kerinduan menjadi manusia yang lebih baik*

Yang sedang di rasakan.

Ditulis dalam Tak Berkategori oleh hilmaamrullah pada Juli 20, 2009
Tags: , , , , ,

beberapa hari ini saya tidak dapat berkonsentrasi untuk melakukan pekerjaan dan kewajiban sebagai mahasiswa tingkat akhir, saya seolah ingin lari dari kenyataan dan kewajibam, tapi hal itu tidaklah mungkin karena kemanapun saya akan pergi perasaaan ini tidak akan pernah pergi dan menghilang.

pagi-siag-sore-malam-pagi lagi, begitulah rutinitasku setiap hari, tanpa ada hal yang berati, tanpa ada hal besar yang aku lakukan, bahkan kewajibanpun terkadang terabaikan. saya tahu hal ini salah, tapi hal itu terus dan terus menjadi rutinitasku. ingin aku merubah semua ini hingga mendapatkan dan melakukan hal yang lebih baik dari pada bermalas-malasan, tapi pikiran dan tubuh ini seolah tidak mau bekerja sama untuk melakukan hal itu, sehingga saya terus dan terus berkubang dengan kemalasan ini.

mau jadi apa nanti kalau saya terus-terusan seperti ini, apakah mau menjadi ornang yang kalah?tentu saja tidak jawab saya dalam hati dengan mantap, tapi apa realisasi saya untuk menjadi pemenang?saya seolah masih terus terkekang dengan kemalasan dan pembenaran2 terhadap diri akan kemasalasan ini.

hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja harus ada langkah konkrit untuk merubah semua ini, yaitu BANGKIT, MAJU, LAWAN dan BERJUANG.

tidak ada kata lain selain jangan menyerah akan kemalasan diri, atau diri akan terlindas oleh waktu oleh keadaan yang semakin kejam terhadap para pemalas.

berpikir tanpa realisasi sama saja bohong, kerjasama yang buruk di dalam diri akan menghancurkan kehidupan kita sndiri, manage..manage..manage.. baik manage diri, waktu dan sosialisasi serta hiburan.

kita tidak mungkin dapat berhasil tanpa kerja keras, kita tidak mungkin berhasil tanpa usaha, kita tidak mungkin berhasil kalau terus dan terus memanjakan kemalasan.

buang jauh-jauh kemalasan, jangan ada lagi pembernaran akan kemalasan, jangan kasih hati pada kemaalasan. kemalasana hanya membawa bencana.\

ayo bangkit maju dan berjuang  untuk menggapai kehidupan yang lebih baik, ingatlah orang2 yang menyayangimu, ingatlah orang yang percaya padamu, dan ingatlah orang yang selalu mensuportmu, jangan kecewakan mereka, jadilah yang terbaik bagi mereka, bagi diri sendiri dan bagi semua.

hapus kata malas dalam kehidupanmu kalau ingin berhasil

Bismillahirrahmanirrahim… hari ini detik ini saya akan berusaha bangun dari ketertinggalan ini dan maju untuk menjadi pemenang. hilangkan kata malas dikamus hidup ku ini

dalam waktu dekat ayo berjuang menjadi S.Sos… INGAT JANGAN MALAS

Aceh dan Sinetron JK

Ditulis dalam Sekitar Kita oleh hilmaamrullah pada Juli 3, 2009
Tags: , , ,

Oleh mufida – 16 Juni 2009 – Dibaca 9237 Kali -
Cerita sinetron ini beredar di Facebook, salah satunya dari Muchlis Hasyim
Mungkin Anda kenal.
Di sini diungkapkan bagaimana JK, SBY, dan drama tsunami Aceh. Ditulis dengan sangat baik oleh Majalah Tempo. Lupakan sejenak Anda memilih siapa. Baca saja dulu.
Tiga Hari Penuh Badai, JK!

Majalah Tempo, Edisi Khusus Akhir Tahun, 26 Desember 2005, halaman 32

Tiga Hari Penuh Badai

Inilah kisah di pusat kekuasaan selama tiga hari pertama setelah tsunami. Mengenang setahun tragedi itu, beberapa sumber termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Komunikasi dan Informasi Sofjan Djalil menuturkan kenang-kenangan mereka kepada Tempo.
****

Baru duduk di jok mobilnya, telepon seluler Jusuf Kalla berdering-dering. Staf pribadinya melaporkan: “Pak, di Aceh ada tsunami. Dahsyat sekali.” Pagi itu, 26 Desember 2004, Kalla hendak menghadiri halal bihalal warga Aceh di Senayan, Jakarta. Kalla lalu mengirim pesan pendek ke telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang pagi itu berada nun jauh di Nabire, Papua. Presiden menemui korban gempa yang melumat Nabire sehari sebelumnya.

Presiden membalas: “Saya sudah dengar. Tolong koordinasikan.” Kalla lalu menelepon Azwar Abubakar, Wakil Gubernur Provinsi Aceh. Gubernur Abdullah Puteh saat itu telah ditahan di penjara Salemba karena dugaan kasus korupsi.

Kalla juga mengontak Kapten Didit Soerjadi, pilot pesawat pribadinya. Didit sedang beristirahat. “Kau segera mandi dan berangkat ke Aceh,” perintah Kalla. Semuanya serba buru-buru. Perintah terus mengalir saat Didit mandi. “Lucu juga, saya mandi sambil terima telepon Pak Wapres,” kenang sang pilot. Wapres menggegas semua stafnya menelepon semua pejabat di Aceh. Sial, tak satu pun menyahut. Kalla mulai cemas.

Di Aceh, dunia berhenti pagi itu. Bumi berguncang dengan kekuatan 8,6 pada skala Richter, air laut tumpah ke daratan. Beberapa keluarga sempat mengabarkan soal air bah kepada kerabat di Jakarta. Cuma sebentar. Lalu telepon putus total.

Halal bihalal warga Aceh di Senayan dibuka pada pukul sembilan lebih, berlangsung dalam suasana tegang sekali. Berita tsunami sudah menyebar. Banyak yang sibuk menelepon. Beberapa orang berlinang air mata. Ada yang histeris, gusar kian-kemari. Kalla berpidato sekenanya. Hampir tak ada yang mendengar. “Orang-orang ingin acara itu cepat kelar,” tutur Kalla kepada Tempo. Turun panggung, Kalla menggelar rapat mendadak di situ.

Dia memerintahkan Sofjan Djalil memimpin rombongan pertama ke Aceh. “Pakai pesawat saya saja,” kata Wapres. Anggota rombongan 30 orang, antara lain Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Azhari, Azwar Abubakar, dan beberapa tetua Aceh. Kalla membekali Sofyan uang Rp 200 juta dan sebuah telepon satelit. “Begitu kau tiba di Aceh, langsung telepon saya,” perintahnya. Mereka menjadi rombongan pertama pemerintah yang terbang ke Aceh di hari pertama tsunami.

Pesawat berputar dua kali di langit Banda Aceh. “Dari udara Aceh terlihat hancur total,” tutur Kapten Didit. Menara bandara retak. Tak satu pun petugas di menara. Untung, pesawat mulus mendarat, sekitar pukul enam sore.

Anggota rombongan membeli beras dan mi instan di beberapa toko dekat bandara, lalu beranjak ke pendapa kantor gubernur sekitar pukul tujuh malam. Jalanan sunyi senyap. Gelap gulita. Satu-satunya penerangan cuma lampu mobil. Sungguh mengerikan. Mayat bergelimpangan di jalan, di kolong rumah, tersangkut di dahan pohon. Beberapa ekor anjing berlari ke sana kemari. Anggota rombongan mulai menangis sesenggukan.

Malam itu ratusan orang menumpuk di pendapa kantor gubernur. Banyak yang luka parah. Puluhan mayat dijejerkan di latar depan pendapa. Aceh lumpuh total. Koordinasi tak jalan karena aparat pemerintah pusing mencari sanak keluarga. Kepala Polres Banda Aceh hanyut ditelan tsunami.

Azwar Abubakar, Wakil Gubernur Aceh, bisa memimpin. Namun, dia sedang galau. Rumahnya di Blang Padang hancur. Ia tak tahu nasib anak-anaknya. Wakil Gubernur ini pulang ke rumahnya ditemani Sofjan Djalil, Jusuf Azhari dikawal dua tentara. Mobil melaju dalam gelap, menghindari mayat-mayat yang direbahkan di kiri-kanan jalan. Mobil berhenti kira-kira 50 meter dari rumah Azwar sebab sampah menggunung menutup jalan.

Wakil Gubernur turun ditemani seorang tentara. Dipandu nyala senter, mereka mengendap-endap. Sofjan menunggu dengan cemas. Setengah jam berlalu, Azwar pulang. “Di rumah banyak mayat, tapi anak-anakku tak kelihatan,” katanya penuh kecemasan. Mereka lalu balik ke pendapa.

Berkali-kali Sofjan menelepon Jusuf Kalla di Jakarta. Tak bersahut. Di Jakarta, Wapres menggelar sidang kabinet darurat di rumah dinas Jalan Diponegoro pada pukul 21.30 WIB. Sembilan menteri dan Panglima TNI hadir. Sembari rapat, Kalla berkali-kali pula mengontak Sofjan. Tak bersambung juga. “Sofjan itu bawa telepon satelit kok tidak sambung-sambung,” kata Kalla.

Di Aceh, Sofjan memutuskan mengirim kabar lewat Orari Angkatan Udara di Aceh. Orari Jakarta meneruskan pesan itu ke telepon seluler Jusuf Kalla. Ini laporan pertama Sofjan dari wilayah bencana: ”Pak, korban sekitar 5.000 hingga 6.000.” “Astagfirullah, astagfirullah,” kata Kalla berkali-kali sembari mengusap wajah. Sejumlah menteri tertunduk. Hening menyapu ruang rapat.

Kalla melanjutkan pesan ke Presiden Yudhoyono yang malam itu sudah tiba di Jayapura. Presiden menyampaikan belasungkawa kepada korban bencana. Besoknya, Presiden terbang menuju Aceh.

Pukul sepuluh malam, telepon satelit Sofjan sukses menembus Jakarta. “Eh, ini Sofjan,” ujar Kalla kegirangan. “Apa yang terjadi? Kenapa kau tak telepon-telepon?” tanya Kalla dengan suara keras. “Saya stres, Pak. Di sini gelap sekali,” sahut Sofjan dari seberang. “Besok aku susul ke sana,” ujar Kalla. Percakapan ditutup.

Malam itu Kalla mematangkan persiapan ke Aceh. “Saya minta Anda menyediakan dana sepuluh miliar uang kontan,” perintah Kalla kepada Menteri Keuangan Jusuf Anwar. Jusuf tertegun. “Pak, kalau segitu tak ada,” jawabnya. “Saya tidak mau tahu. Itu urusanmu,” kata Kalla. Rapat bubar larut malam.

Di larut malam itu, pendapa kantor gubernur di Banda Aceh masih gaduh. Warga yang luka parah dirawat seadanya. Koordinasi sulit karena aparat sibuk mencari keluarga masing-masing. Kepala Polda Aceh Bahrumsyah datang ke pendapa dengan terengah-engah. Wajahnya letih. Si Kapolda cuma mengenakan pakaian dinas tanpa alas kaki alias nyeker. Orang hilir-mudik di pendapa membikin Sofjan bingung menjaga uang Rp 200 juta yang dia bawa dari Jakarta. Ia meminta seorang anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera menjaga uang itu. “Orangnya berjenggot. Uang pasti aman,” ujar Sofjan.

Sang Menteri lalu merebahkan badan di atas karpet. Belum lagi mata terpejam, terdengar pekikan, “Gempa! Gempa!” Orang-orang berlari. Sofjan ikut kabur. Setelah bergoyang beberapa menit, bumi kembali tenang. Warga kembali ke pendapa. Tak berapa lama, teriakan gempa terdengar lagi. Semua berhamburan, termasuk Pak Menteri. Malam itu gempa datang berkali-kali. Lama-lama, Sofjan putus urat takutnya. Saat orang-orang kabur, ia terlelap. “Sudah jam dua pagi, masak lari-lari terus. Saya lelah sekali,” kenangnya. Besoknya, orang ramai menggunjingkan kehebatan nyali Pak Menteri.

*****

Hari kedua, 27 Desember. Entah bagaimana caranya, Menteri Keuangan berhasil menyediakan uang kontan pagi itu. Jumlah Rp 6 miliar. Menjelang siang, Kalla terbang ke Aceh membawa serta uang satu peti. Petang hari, Presiden Yudhoyono mendarat di Lhokseumawe. Wajahnya sedih. “Tadi pagi saya meninjau Nabire. Sore ini saya di Lhokseumawe menemui saudara-saudara yang tertimpa musibah lebih besar lagi,” katanya.

Setibanya di Banda Aceh, Kalla memerintahkan stafnya memborong beras, mi instan, dan aneka makanan lain. Karena berasnya kurang, Kalla bertanya, “Eh, berasnya sedikit sekali. Mana beras dari Dolog?” Seseorang menjawab, pintu Dolog digembok. Si pemegang kunci tak diketahui rimbanya. Wakil Presiden menyergah dalam nada tinggi “Buka! Kalau tak bisa, tembak gerendelnya. Apa perlu tanda tangan Wapres untuk buka pintu Dolog?” Suasana tegang. Beberapa polisi bergegas membidik gembok. Beras pun mengalir.

Rombongan Kalla berlalu ke pendapa kantor gubernur. Di Lambaro, mereka menyaksikan ratusan mayat berjejer di depan toko. “Masya Allah,” ucap Kalla. Badannya lemas. Di pendapa ia menggelar rapat, lalu keliling kota bersama Mar’ie Muhammad, Ketua Palang Merah Indonesia, yang datang sehari sebelumnya. Kota itu lautan mayat.

Mayat-mayat harus segera dikubur karena bau busuk menikam hidung. Untung, ada seorang ustad. Kalla minta ustad itu mendoakan tumpukan jenazah sebelum dikuburkan. Tapi siapa yang menjamin sahnya pemakaman? “Saya jamin,” kata Kalla. Ia mencorat-coret di atas kertas, lalu membubuhkan parafnya. “Tolong keluarkan ayat yang pantas-pantas saja,” pintanya kepada ustad.

Sore hari Kalla terbang dengan helikopter ke Lhok Nga untuk menjatuhkan mi instan dari udara. Helikopter itu tak punya sabuk pengaman. Setiap pesawat memutar, tubuh Kalla serong ke kiri, serong ke kanan. Rombongan Kalla terbang ke Medan pukul tujuh malam. Sofjan Djalil yang sudah dua hari di Banda Aceh minta ikut pulang. “Baru dua hari sudah minta pulang. Kau tetap di sini,” jawab Kalla. Malam itu Sofjan pusing tujuh keliling menjaga uang satu peti yang dibawa Kalla. Takut uang itu dicolong, Menteri Sofjan dan kawan-kawannya tidur mengitari peti itu.

*****

Hari ketiga, 28 Desember. Presiden Yuhdoyono terbang dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh. Kalla yang sudah berada di Medan mendapat kabar Meulaboh rata tanah. Ia memerintahkan stafnya mencari pesawat ke Meulaboh. Dapat pesawat Angkatan Udara. Dari udara, Meulaboh tampak seperti tanah gusuran. “Astagfirullah,” ucap Kalla berkali-kali.

Kalla meminta pilot terbang lebih rendah. Pilot mengangguk. Kalla minta lebih rendah lagi. Kali ini pilot bilang, “Tak bisa, Pak. Bahaya.” “Kau ini orang mana?” tanya Kalla. “Saya orang Makassar, Pak,” jawab si pilot. “Ah, orang Makassar kok penakut,” sergah Kalla. Pilot mengalah, pesawat melayang cuma beberapa meter di atas pucuk kelapa. Untung saja arahnya ke laut.

Setelah berkali-kali memutar di atas Meulaboh, pesawat kembali ke Medan. Kalla langsung rapat dengan Gubernur Sumatera Utara Rizal Nurdin—kini sudah almarhum. Dia memerintahkan Gubernur mengirim makanan ke Meulaboh. Keduanya sempat bersoal-jawab.

+ “Bagaimana caranya, Pak?” tanya Gubernur.
- “Lewat udara, buang dari pesawat,” jawab Kalla.
+ “Kalau dibuang nanti pecah, Pak.”
- “Tidak apa-apa, toh sampai di perut pecah juga.”
+ “Ya, tapi nanti basah Pak.”
- “Bungkus saja pakai plastik.”
+ “Pak, nanti jatuh ke GAM,” Gubernur berusaha menjelaskan.
- “ Tidak apa-apa. GAM juga manusia. Perlu makan,” nada Kalla mulai meninggi.
Beberapa orang membisiki Gubernur supaya jangan membantah.
+ “Jadi, bagaimana, bisa atau tidak?” tanya Kalla.
- “Siap, Pak,” jawab Gubernur.

Pesawat pemasok makanan melayang ke Meulaboh. Presiden dan Wakil Presiden kembali ke Jakarta pada hari ketiga.

Lalu, bantuan kemanusiaan mulai mengalir dari segenap penjuru dunia….

http://public.kompasiana.com/2009/06/16/aceh-dan-sinetron-jk/

Penyesaalan Selalu Datang Belakangan

Ditulis dalam Tak Berkategori oleh hilmaamrullah pada Mei 29, 2009

selalu penyesalan datangnya belakangan, pengendalian emosional diri adalah sangat penting bagi diri kita,  agar kita tidak melakukan hal-hal yang melampaui batas. 

lari dari kenyataan bukanlah solusi dalam menyelesaikan masalah, sekali lari kita akan terus berlari dan tidak pernah menemukan titik temu dari permasalahan.

janji adalah suci dan tidak seharusnya kita mengotori janji dengan keingkaran terhadap janji tersebut.

kenapa penyesalan selalu datang belakangan???

Mutiara Tafakur ( I Believe I Can Fly )

Ditulis dalam Keseharian oleh hilmaamrullah pada April 8, 2009

Semestinya aku semakin tegar..
Dengan susahnya hidup yang di kadokan padaku
Dengan lapar yang menyusutkan hampi seluruh semangatku
Dan miskin menyuguhkan dua pilihan untukku 
Bertahan atau Berjuang…???

Semestinya akupun harus rela dan ikhlas
Melepas ketidak setujuanku pada catatan takdir
Catatan yang ditulis oleh tangan Tuhan
yang disimpan dalam kitab-kitab Malaikat

Dan sepertinya aku harus benar-benar membuka mata
Kalau ini bukan mimpi tapi realita hidup
Aku harus berani melewati sesukar apapun hidup yang kupunya
Sesulit apapun impian yang ingin aku raih

Burung pipit pun tahu kalau dia harus tetap bisa hidup
Sekalipun harus mematuki sisa padi di lumbung sang petani
Mau tak mau, hidup ini ada untuk dihidupkan
Karena aku hidup bernafas, maka kan kuhidupkan nafasku

Dan sadar ataupun tidak, aku bukanlah bocah yang dilahirkan berbalus sutra
Tak boleh aku iri dengan mereka yang mempunyai segala
Seenak sesuka hati mendaptakan Apa yang diinginkan
Hanya bermodalkan beberapa kata:
“Ayah aku ingin ini”…”Ibu aku ingin itu”

sudah saatnya aku berani berdiri tegak pada kehidupanku 
dan bukan saatnya lagi aku merengek pada susahnya kehidupanku
Sudah saatnya aku pilih jalan “BERJUANG” bukan “BERTAHAN”
Karena ini artinya adalah “HIDUP” 

tulisan ini saya dapat dari buletin tafakur..

Apakah Harus Begini

Ditulis dalam Sekitar Kita oleh hilmaamrullah pada Februari 11, 2009

BBM diturunkan 3x, penghasilan masyarakat meningkat, dll..

itu adalah sedikit dari klaim pemerintah yang menghiasi media cetak maupun media elektornik saat ini, saya sangat senang mendengarnya dengan pencapaian-pencapaian tersebut, tapi disisi lain saya juga prihatin dengan realita keadaan yang terjadi di masyarakat.

klaim tersebut terdengar begitu indah tapi ternyata tidak seindah kenyataanya, ketika saya mencoba membuka mata, hati dan telinga, saya melihat kejanggalan dari klaim tersebut, kenapa?karena sampai saat ini, klaim2 tersebut hanya sebuah rangkaian kata yang indah, yang entah apakah itu ada dampaknya kepada masyarakat luas.

saat ini perubahan yang saya rasakan hanyalah semakin mahal biaya hidup bahkan dengan diturunkannya BBM 3x tersebut tidak membuat sesuatu menjadi lebih murah, yang terasa hanya kalau dulu ngisi bensin 10 rb dapet 2 liter kurang sekarang dapet 2 liter lebih, yang lainnya tetap seperti setelah naik BBM dari 4500 menjadi 6000, jadi saya menghimbau kepada partai yang mengklaim penurunan BBM 3x adalah sebuah prestasi besar yang sangat dibanggakan mohon di kaji lagi, karena penurunan harga BBM sebuah sifat alamiah mengikuti harga minyak dunia, seperti halnya naiknya harga BBM.

sebelumnya saya cukup mengerti alasan kenaikan BBM, karena dari yang saya lihat di TV, waktu itu harga minyak dunia memang naik gila-gilaan, dan saya juga bukan termasuk orang yang anti kenaikan BBM waktu itu, tapi saat ada partai yang mengkalim telah membuat prestasi besar dengan menurunkan BBM sebanyak 3x itu membuatku geli, apalagi ditambah kata-kata “baru pertama kali ada presiden yang menurunkan BBM”, dan itu membuat saya mengingat kembali bahwa baru pertama kali juga ada presiden yang menaikkan harga BBM hampir 100% , dari harga sebelum presiden sebelum sekarang, jadi masih pantaskah penurunan harga BBM ini menjadi sebuah prestasi?

saya salah satu orang yang tidak setuju dengan kampanye-kampanye yang bersifat provikatif dan cenderung membodohi masyarakat, seperti yang kita tahu sebagian besar rakyat Indonesia berada di wilayah pedesaan yang tingkat pendidikan dan akses terhadap media pun terbatas, jadi mereka cenderung menelan mentah-mentah apa yang mereka dengar dan cenderung tidak mengkritisi apa yang mereka lihat dan dengar.

sekarang pertanyaannya adalah apakah pemimpin kita mau menghalalkan segala cara untuk mencapat tujuan mereka?, salahsatunya melakukan kampanye yang saya lihat terkadang berlebihan bahkan terdengar utopis, apakah pemimpin kita mau membodohi rakyatnya dengan janji-janji tersebut?

saya berharap para pemimpin kita dapat berjuang dengan arif dan bijaksana dalam menggapai tujuan mereka, bukan dengan mengorbankan rakyat dan membodohi rakyat tapi berjuang dengan jujur  serta tetap memanusiakan rakyat, karena dengan dukungan restu dari rakyatlah kalian para pemimpin dapat menggapai tujuan, jadi pliss jangan korbankan rakyat

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.